Jalan Baru Akses Antar RT di Desa Tanjung Nanga
Pagi di Desa Tanjung Nanga kini terasa berbeda. Jika dulu warga harus memutar cukup jauh untuk mencapai RT tetangga, kini langkah kaki terasa lebih ringan dan jarak seolah semakin dekat. Pembangunan jalan penghubung antar RT menjadi kabar baik yang disambut penuh syukur oleh masyarakat.
Jalan penghubung antara RT 3 dan RT 7 menjadi salah satu
perubahan paling terasa. Sebelumnya, warga RT 7 yang hendak menuju RT 3 harus
berputar melewati RT 5 dan RT 4. Perjalanan yang memakan waktu dan tenaga itu
kini tinggal cerita. Dengan terbukanya akses langsung, aktivitas sehari-hari
menjadi jauh lebih efisien, baik untuk keperluan keluarga, kegiatan sosial,
maupun membawa hasil kebun.
Hal serupa juga dirasakan warga RT 8 dan RT 6. Jika dulu
masyarakat RT 8 harus memutar melalui RT 5 untuk mencapai RT 6, kini mereka
dapat melintas dengan lebih cepat melalui jalan penghubung yang baru dibangun.
Akses yang lebih dekat ini bukan hanya mempersingkat jarak, tetapi juga
mempererat hubungan antarwarga.
Tak kalah penting, pembangunan jalan di RT 1 serta jalan di
RT 4 yang terhubung langsung ke sungai membawa dampak besar bagi mobilitas
masyarakat. Sungai sebagai jalur transportasi utama menuju dermaga kini dapat
diakses dengan lebih mudah. Warga yang mengangkut hasil pertanian, kebutuhan
pokok, maupun perlengkapan lainnya tidak lagi kesulitan melewati jalur sempit
atau memutar jauh.
Bagi masyarakat Desa Tanjung Nanga, jalan bukan sekadar
hamparan tanah atau pengerasan permukaan. Jalan adalah pemersatu antar RT.
Antusiasme warga terlihat dari dukungan dan rasa memiliki
terhadap pembangunan ini. Banyak yang berharap agar akses yang telah dibangun
dapat dijaga dan dirawat bersama, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam
jangka panjang. Kini, dengan akses yang semakin terbuka dan jarak yang semakin
dekat, Desa Tanjung Nanga melangkah maju dengan semangat kebersamaan.