BAIN KUMAN Jadi Simbol Kekompakan Warga Desa Tanjung Nanga Sambut Tahun Baru 2026
Semangat kebersamaan dan persaudaraan begitu terasa di Desa
Tanjung Nanga dalam rangkaian kegiatan BAIN KUMAN, sebuah tradisi bertamu antar
Rukun Tetangga (RT) yang digelar untuk menyambut Tahun Baru 2026. Kegiatan ini
menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga lintas
RT, sekaligus memperkuat nilai-nilai adat dan budaya yang telah diwariskan
secara turun-temurun.
BAIN KUMAN dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 2–3
Januari 2026, dengan melibatkan seluruh masyarakat Desa Tanjung Nanga dari
berbagai RT. Kegiatan ini mengusung konsep saling berkunjung dan berbagi
hidangan sebagai wujud rasa syukur, kebersamaan, serta harapan akan tahun yang
baru.
Pada 2 Januari 2026, RT 5, 6, 7, dan 8 melakukan kunjungan
silaturahmi ke Balai Adat Desa Tanjung Nanga. Dalam kesempatan tersebut, RT 1,
2, 3, dan 4 berperan sebagai tuan rumah dengan menyiapkan berbagai hidangan
untuk dinikmati bersama. Suasana balai adat dipenuhi canda, tawa, dan
kehangatan warga yang duduk bersila, saling berbincang, dan menikmati makanan
secara bersama-sama.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kata sambutan dari Kepala
Desa Tanjung Nanga, yang menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh
warga dalam menjaga tradisi BAIN KUMAN. Dalam sambutannya, Kepala Desa
menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar acara makan bersama, melainkan
sarana memperkuat persatuan, mempererat hubungan sosial, serta menjaga nilai
gotong royong di tengah masyarakat.
Sebelum kegiatan resmi dimulai, Kepala Desa Tanjung Nanga melakukan prosesi adat Nyerbu, yakni meraut kayu dalam tradisi Dayak Kayan Pua, sebagai simbol pembukaan acara. Prosesi ini memiliki makna mendalam sebagai tanda dimulainya kegiatan dengan niat baik, harapan keselamatan, dan keberkahan bagi seluruh masyarakat di tahun yang baru.

Selain sambutan kepala desa, perwakilan RT juga turut
menyampaikan pesan-pesan kebersamaan, pentingnya saling menghargai, serta
komitmen untuk terus menjaga keharmonisan antarwarga.
Kegiatan BAIN KUMAN kemudian berlanjut pada 3 Januari 2026,
dengan giliran RT 1, 2, 3, dan 4 mengunjungi Gedung Gereja GKII Tanjung Nanga.
Pada hari kedua ini, RT 5, 6, 7, dan 8 menjadi tuan rumah dengan menyiapkan
hidangan bagi seluruh tamu yang hadir. Pola saling bergantian ini mencerminkan
prinsip keadilan, kebersamaan, dan saling melayani antar RT.
Seluruh masyarakat secara bergantian mengambil makanan dan
menikmatinya bersama-sama tanpa sekat, menunjukkan kekompakan dan rasa
kekeluargaan yang kuat. Tidak ada perbedaan status maupun latar belakang, semua
warga duduk sejajar sebagai satu keluarga besar Desa Tanjung Nanga.
Melalui kegiatan BAIN KUMAN, masyarakat Desa Tanjung Nanga tidak hanya merayakan pergantian tahun, tetapi juga meneguhkan kembali identitas sosial dan budaya mereka. Tradisi ini menjadi pengingat bahwa kebersamaan, gotong royong, dan silaturahmi adalah fondasi utama dalam membangun desa yang harmonis.
Dengan penuh semangat dan kebahagiaan, warga Desa Tanjung
Nanga menyambut Tahun Baru 2026 dengan harapan akan kehidupan yang lebih baik,
hubungan sosial yang semakin erat, serta desa yang terus maju tanpa
meninggalkan nilai-nilai adat dan budaya.