BAIN KUMAN Jadi Simbol Kekompakan Warga Desa Tanjung Nanga Sambut Tahun Baru 2026

1770261247168.jpeg

Semangat kebersamaan dan persaudaraan begitu terasa di Desa Tanjung Nanga dalam rangkaian kegiatan BAIN KUMAN, sebuah tradisi bertamu antar Rukun Tetangga (RT) yang digelar untuk menyambut Tahun Baru 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga lintas RT, sekaligus memperkuat nilai-nilai adat dan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

BAIN KUMAN dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 2–3 Januari 2026, dengan melibatkan seluruh masyarakat Desa Tanjung Nanga dari berbagai RT. Kegiatan ini mengusung konsep saling berkunjung dan berbagi hidangan sebagai wujud rasa syukur, kebersamaan, serta harapan akan tahun yang baru.

Pada 2 Januari 2026, RT 5, 6, 7, dan 8 melakukan kunjungan silaturahmi ke Balai Adat Desa Tanjung Nanga. Dalam kesempatan tersebut, RT 1, 2, 3, dan 4 berperan sebagai tuan rumah dengan menyiapkan berbagai hidangan untuk dinikmati bersama. Suasana balai adat dipenuhi canda, tawa, dan kehangatan warga yang duduk bersila, saling berbincang, dan menikmati makanan secara bersama-sama.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kata sambutan dari Kepala Desa Tanjung Nanga, yang menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh warga dalam menjaga tradisi BAIN KUMAN. Dalam sambutannya, Kepala Desa menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar acara makan bersama, melainkan sarana memperkuat persatuan, mempererat hubungan sosial, serta menjaga nilai gotong royong di tengah masyarakat.

Sebelum kegiatan resmi dimulai, Kepala Desa Tanjung Nanga melakukan prosesi adat Nyerbu, yakni meraut kayu dalam tradisi Dayak Kayan Pua, sebagai simbol pembukaan acara. Prosesi ini memiliki makna mendalam sebagai tanda dimulainya kegiatan dengan niat baik, harapan keselamatan, dan keberkahan bagi seluruh masyarakat di tahun yang baru.



Selain sambutan kepala desa, perwakilan RT juga turut menyampaikan pesan-pesan kebersamaan, pentingnya saling menghargai, serta komitmen untuk terus menjaga keharmonisan antarwarga.

Kegiatan BAIN KUMAN kemudian berlanjut pada 3 Januari 2026, dengan giliran RT 1, 2, 3, dan 4 mengunjungi Gedung Gereja GKII Tanjung Nanga. Pada hari kedua ini, RT 5, 6, 7, dan 8 menjadi tuan rumah dengan menyiapkan hidangan bagi seluruh tamu yang hadir. Pola saling bergantian ini mencerminkan prinsip keadilan, kebersamaan, dan saling melayani antar RT.

Seluruh masyarakat secara bergantian mengambil makanan dan menikmatinya bersama-sama tanpa sekat, menunjukkan kekompakan dan rasa kekeluargaan yang kuat. Tidak ada perbedaan status maupun latar belakang, semua warga duduk sejajar sebagai satu keluarga besar Desa Tanjung Nanga.

Melalui kegiatan BAIN KUMAN, masyarakat Desa Tanjung Nanga tidak hanya merayakan pergantian tahun, tetapi juga meneguhkan kembali identitas sosial dan budaya mereka. Tradisi ini menjadi pengingat bahwa kebersamaan, gotong royong, dan silaturahmi adalah fondasi utama dalam membangun desa yang harmonis.

Dengan penuh semangat dan kebahagiaan, warga Desa Tanjung Nanga menyambut Tahun Baru 2026 dengan harapan akan kehidupan yang lebih baik, hubungan sosial yang semakin erat, serta desa yang terus maju tanpa meninggalkan nilai-nilai adat dan budaya.

Bagikan post ini: